INFO PENGAJUAN PENYETARAAN GURU NON PNS


Untuk Bapak/Ibu Guru Non PNS yang ingin mengajukan penyetaraan jabatan (impasing).
Syarat-syarat pengajuan impasing:

  1. pengantar dari kepala sekolah,
  2. NUPTK bisa fotokopi kartu NUPTK atau lembar dari Padamu Negeri,
  3. Biodata dapat diakses dari http://dapodikmen.kemdikbud.go.id
  4. SK Pengangkatan Guru tetap dari yayasan dilegalisir dinas pendidikan setempat,
  5. Ijazah minimal S1 dan harus dilegalisasi kampus Akreditasi minimal ,
  6. SK pembagian tugas mengajar semester terkhir dan dilegalisasi dinas pendidikan setempat,
  7. Surat keterangan dari kepala sekolah bahwa guru yang bersangkutan memiliki kinerja baik selama 4 semester terakhir,
  8. SK pengangkatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala lab, kepala perpus, kepala bvengkel, 9jika ada)
  9. Foto kopi Sertifikat Pendidik
  10. NRG
Berkas dikirim melalui via PO.BOX 1050 JKS 12010
u.p Direktur Pembinaan Guru Dikmen
Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud

Untuk mempermudah identifikasi berkas usulan diharapkan menggunakan stopmap

  • Jawa Barat                        : Kuning
  • Jawa Tengah dan Timur   : Merah
  • Sumatera                           : Hijau
  • DKI                                   : Biru


Semoga bermanfaat

Apresiasi Puisi

                                                                                               Posting, 20 Januari 2016

Dalam Kamus Istilah Sastra, Abdul Razak zaidan (1991) membatasi pengertian apresiasi puisi sebagai penghargaan atas puisi sebagai hasil pengenalan, pemahaman, penafsiran, penghayatan, dan penikmatan atas karya tersebut yang didukung oleh kepekaan batin terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam puisi itu. Dalam batasan ini, syarat untuk dapat mengapresiasi karya sastra adalah kepekaan batin terhadap nilai-nilai karya sastra sehingga seseorang mengenal, memahami, menafsirkan, menghayati, dan menikmati karya sastra tersebut.
     Untuk mengapresiasi puisi, kita harus mengenal hakikat puisi, yaitu tema, nada, dan suasana, perasaan serta amanat dari puisi tersebut.

1. Tema Puisi
    Tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair melalui puisinya. Tema mengacu           pada penyair. Pembaca harus mengetahui latar belakang penyair agar tidak salah menafsirkan         tema sebuah puisi. Oleh karena itu, tema bersifat khusus (diacu dari penyair), objektif (semua             pembaca harus menafsirkan sama), dan lugas (bukan makna kias yang diambil dari konotasinya).
        Tema yang banyak terdapat da;lam puisi adalah tema ketuhanan (religius), kemanusiaan, cinta,    patriotisme, perjuangan, kegagalan hidup, alam, keadilan, kritik sosial, demokrasi, dan                      kesetiakawanan.
   Sebagai contoh puisi "Gadis Peminta-minta" karya Toto Sudarto Bachtiar.

Memahami Jenis-Jenis Frasa

1.       Pengertian Frasa
Adalah kelompok kata / gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan dan memiliki satu makna gramatikal.
Ciri-ciri Frasa:
a.    terbentuk atas dua kata atau lebih dalam pembentukannya.
b.   menduduki fungsi gramatikal dalam kalimat.
c.    mengandung satu kesatuan makna gramatikal.
d.   bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa:
-          gunung tinggi
-          guru bahasa Indonesia
-          dengan tangan kiri
-          tidak harus belajar
-          membanting tulang

Menyusun Proposal Kegiatan

1.         Pengertian Proposal
proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan
2.         Manfaat Proposal
a.    Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
b.      Menjelaskan secara tidak langsung kepada  pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
3.         Hal-hal yang harus di perhatikan dalam membuat Proposal
a.       Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa  orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan.
b.      Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi
c.       Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan                realistis
d.      Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas,direvisi dan disetujui.
e.      Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
f.        Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal
4.         Unsur – unsur Proposal
Secara umum  unsur –unsur proposal kegiatan adalah:
a. Nama Kegiatan
               Nama  kegiatan dalam pembuatan proposal kegiatan disebut dengan judul proposal
b. Latar  Belakang
               Latar belakang/Dasar pemikiran berisi uraian mengenai alasan-alasan mengapa                        suatu kegiatan perlu dilaksanakan.
c. Tujuan
               Tujuan yaitu siapa saja yang dihrapkan menjadi objek/target kegiatan.
d. Pelaksanaan
               Pelakasana biasanya berupa struktur organisasi yang terdiri atas ketua,wakil ketua,                  sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi sesuai dengan kebutuhan.

e. Pihak- pihak lain yang terlibat
               Tidak jarang dalam proposal sebuah acara dicantumkan pihak-pihak yang dipandang memiliki daya tarik karena jabatan sehingga acara yang diproposalkan itu lebih Memilki daya tarik.
    Rincian Biaya
               Rincian biaya berisi penjelasan tentang beberapa biaya yang dibutuhkan dan                            darimana  sumber secara detail tentang biaya pada umumnya dijelaskan dalam                        lampiran.
    Penutup
               Penutup biasanya berisi tentang apa yang diharapkan dari para pembaca.


Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Kalimat aktif
Kalimat yang subjeknya melakukan  pekerjaan atau melakukan perbuatan.
Ciri-ciri :
1. Subjeknya sebagai pelaku.
2. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
3. Predikatnya tergolong kata kerja aus.
Contoh :
ü  Adik membaca buku
ü  Tatang bermain bola.
ü  Yuli mandi di kolam renang.
ü  Wawan telah membeli buku gambar.
ü  Gunung Galunggung meletus tahun 80-an.
ü  Paman hendak memelihara ayam negeri.
ü  Kucing hitam itu menangkap tikus di lumbung padi.
Kalimat Pasif
Kalimat yang subjeknya dikenai  pekerjaan atau dikenai perbuatan.
Ciri-ciri :
1.       Subjeknya sebagai penderita.
2.       Predikatnya  berawalan di-, ter-, atau  ter-kan.
3.       Predikatnya berupa predikat persona  (kata ganti orang, disusul oleh kata   kerja yang kehilangan awalan).
Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :
1.       Subjek ~ Objek
2.       Predikat berimbuhan me- ~ di-
3.       Bila subjeknya berupa kata ganti orang pada kalimat aktif maka predikat pada kalimat aktif tidak menggunakan awalan di-. Kata ganti orang tersebut diletakkan sebelum predikat tanpa imbuhan.
Contoh :
1. Andi membaca novel di kamar.
       S             P            O           K
                (kalimat aktif)
     Novel dibaca Andi di kamar.
         S         P         O           K
                (kalimat pasif)
2. Saya menulis cerita di teras rumah.
       S          P          O                  K   (kalimat aktif)
    Cerita saya tulis di teras rumah.
                      S        O       P                K  (kalimat pasif)




Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif:
1.       Pertukarkanlah pengisi subjek (S)  dengan pengisi Objek (O) atau  ubahlah letak S-P-O menjadi O-P-S / O-S-P.
2.       Gantilah awalan me- (N-) dengan di-  pada predikat.
3.       Tambahkan kata oleh di belakang   predikat (manasuka)
Kalimat langsung
1.       Kalimat yang secara cermat menirukan apa yang diujarkan orang.
2.       Kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan lngsung menirukan, mengutip atau mengulang kembali  ujaran dari sumber tersebut.
Bertanda petik dalam bahasa  tertulis.
1.        Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya.
2.       Berkemungkinan susunan :
                 a. pengiring/kutipan
                 b. kutipan/pengiring
                 c. kutipan/pengiring/kutipan
3. Penulisan huruf awal kutipan dengan huruf kapital pada susunan cara ke-1, ke-2, dan kutipan pertama cara ke-3.
4. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah.
Contoh :
1.   Ayah menyuruh, “Antarkan surat   ini ke kantor Bapak!”  (pengiring/kutipan).

2. “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencopet yang baru saja tertangkap. (kutipan/pengiring).