Ringkasan Materi Tentang Sastra
SOAL BAHASA INDONESIA (KG)
SOAL ULANGAN HARIAN BAHASA INDONESIA KELAS XII
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan teks cerita sejarah1
2. Jelaskan beberapa fungsi teks cerita sejarah di bawah ini!
a. fungsi edukatif
b. fungsi rekreatif
c. fungsi inspiratif
d. fungsi intruktuf
3. Sebutkan ciri-ciri teks cerita sejarah!
4. Jelaskan struktur teks cerita sejarah!
5. sebutkan serta berikan contoh jenis-jenis teks cerita sejarah!
6. Jelaskan perbedaan sejarah fiksi dan non-fiksi!
7. Jelaskan langkah-langkah membuat teks cerita sejarah!
8. Jelaskan pengertian sudut pandang (poin of view)!
9. Sebutkan dan jelaskan macam-macam sudut pandang kepengarangan!
10. Jelaskan tahap-tahap alur dalam cerita!
*SELAMAT MENGERJAKAN*
TEKS EDITORIAL
Mengidentifikasi Informasi Dalam Teks Editorial
Teks Editorial (Tajuk Rencana) merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan, dan bertujuan memengaruhi pendapat atau memberikan interprestasi terhadap suatu berita yang menonjol sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi.
Tujuan ditulisnya editorial adalah mengajak pembaca untuk ikut berpikir dalam masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar, serta memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar, serta memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.
Manfaat dari membaca teks editorial selain untuk memperoleh informasi, juga untuk merangsang pemikiran dan mampu menggerakkan pembaca untuk bertindak sebagaimana opini yang disampaikan dalam teks editorial tersebut.
Jenis teks editorial yaitu:
1. Interpretatif editorial, yaitu jenis teks yang bertujuan menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan opini untuk memberikan pengetahuan pembaca.
2. Controversial editorial, yaitu jenis editorial yang bertujuan menyakinkan pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu.
3. Explanatory editorial, yaitu teks editorial yang menyajikan masalah atau suatu masalah dan membuka mata masyarakat untuk memperhatikan suatu isu.
Ciri-ciri teks editorial:
1. Tema selalu hangat
2. Bersifat sistematis dan logis
3. Merupakan opini/pendapat yang bersifat argumentatif
4. Menarik untuk dibaca karena penggunaan kalimatnya yang singkat, padat, dan jelas.
Menganalisis Isi dan Struktur Teks Cerita (Novel) Sejarah
Teks cerita sejarah disajikan secara kronologis atau berdasarkan urutan peristiwa atau kejadian.
Jenis teks cerita sejarah dibagi menjadi dua yaitu sejarah fiksi dan sejarah nonfiksi. Sejarah fiksi meliputi; novel, cerpen, legenda, dan roma. adapun nonfiksi misalnya biografi, autobiografi, cerita perjalanan, catatan sejarah.
Perbedaan antara sejarah fiksi dan non fiksi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Sejarah Fiksi
- Jalan cerita disusun berdasarkan dunia maya.
- Gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih mendalam.
- Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnua terungkap.
- Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.
2. Sejarah Nonfiksi
- Tersusun oleh fakta yang objektif.
- Gambaran kehidupan tokoh ditulis.
- Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.
Teks cerita ulang adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis dengan tujuan memberi informasi atau menghibur pembaca atau bisa keduanya.
Teks cerita ulang terbagi menjadi tiga, yaitu rekon faktual (internasional), rekon imajinatif, dan rekon pribadi.
1. Rekon faktual (internasional) adalah cerita ulang yang mengandung kejadian faktual seperti
eksperimen ilmiah, laporan polisi, dll.
2. Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang mengandung cerita imajinatif dengan lebih detail.
3. Rekon pribadi adalah cerita ulang yang mengandung kejadian di mana penulisnya terlibat secara
langsung.
Adapun perbedaan antara teks sejarah dan novel sejarah adalah sebagai berikut:
1. Teks sejarah dituntut menunjuk kepada hal-hal yang memang pernah ada atau terjadi,
sedangkan Novel Sejarah dapat menggambarkan sesuatu yang tidak pernah ada atau terjadi, atau
kesemuanya bersumber pada rekaan/khayalan.
2. Teks sejarah, sejarahwan terikat pada keharusan, yaitu bagaimana sesuatu sebenarnya terjadi di masa
lampau, artinya tidak dapat direka atau ditambah-tambahi sedangkan Novel Sejarah Novelis bebas
sepenuhnya menciptakan dengan imajinasinya mengenai apa, kapan, siapa, dan di mananya.
3. Teks Sejarah hubungan antara fakta satu dan fakta lainnya perlu dirokontruksi, paling sedikit
hubungan tipografis atau kronologisnya. sejarawan perlu menunjukkan bahwa yang ada sekarang
dan di sini dapat dilacak eksistensinya di masa lampau sedangkan Novel Sejarah faktor perekayasaan
CONTOH TUGAS TERSTUKTUR
TERSTRUKTUR
KISI – KISI DAN SOAL PRAKTIK
BERPIDATO
SMK TAHUN PELAJARAN 2019-2020
I.
ASPEK
MENULIS
Standar Kompetensi Kelulusan :
Peserta didik mampu mengemukakan pesan, gagasan, pendapat, pengalaman,
dan perasaannya secara logis, dan sistematis dalam berbagai bentuk dan gaya.
Ruang Lingkup Materi :
Kemampuan menulis kerangka pidato dan mengembangkan kerangka pidato
sesuai dengan tema.
Indikator :
a.
Siswa mampu menulis kerangka pidato sesuai
dengan tema
b.
Siswa mampu mengembangkan kerangka pidato
menjadi naskah pidato sesuai dengan tema.
A.
Soal :
1.
Pilihlah tema pidato dibawah ini:
a.
Pentingnya pendidikan karakter di sekolah.
b.
Cara Menanamkan Disiplin Peserta Didik.
c.
Disiplin kunci kesuksesan
d.
Peran serta orang tua terhadap pendidikan anak.
2.
Buatlah kerangka pidato sesuai dengan tema yang
kamu pilih!
3.
Kembangkan kerangka pidato yang kamu buat
menjadi naskah pidato!
B.
Rubrik Penilaian :
|
No |
Aspek |
Deskripsi |
|
|
|
|
1 2 3 4 5 |
Tanda baca dan ejaan Diksi Keefektifan kalimat Kesesuaian isi dengan kerangka Kelengkapan bagian-bagian pidato |
Ketepatan menggunakan tanda baca Dan ejaan Ketepatan pemilihan kata Menggunakan kalimat yang efektif Kesesuaian isi dengan kerangka pidato Kelengkapan bagian pembuka, isi dan
penutup |
|
|
|
Keterangan:
N = Skor diperoleh x 100 Skor maksimal
2 = kurang tepat/lengkap/sesuai
3 = tepat/lengkap/sesuai
Skor maksimal = 15
II.
ASPEK
BERBICARA
Standar Kompetensi Kelulusan :
Peserta diudik mampu mengemukakan pesan, gagasan, pendapat, pengalaman,
dan perasaannya secara logis, dan sistematis dalam berbagai bentuk dan gaya.
Ruang Lingkup Materi :
Kemampuan berpidato dengan tema yang dipilih.
Indikator :
Peserta didik dapat berpidato dengan intonasi yang tepat dan artikulasi
serta suara yang jelas!
Rubrik Penilaian :
|
No |
Aspek |
Deskripsi |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 2 3 4 5 |
Volume suara dan artikulasi Intonasi Kesesuaian isi dengan tema Ekspresi Kelancaran |
Keras lembutnya suara Pelafalan kata jelas dan tepat Pengaturan jeda, tinggi rendah nada,
cepat lambat. Isi pidato sesuai dengan tema yang
dipilih. Kesesuaian antara ekspresi wajah,
gerak, sikap, dan ucapan. Kelancaran pengucapan |
|
|
|
|
Keterangan :
N = Skor diperoleh x 100 20
2 = sedang
3 = baik
4 = sangat baik
Skor maksimal = 20
NA = Skor diperoleh x 100
Mengetahui, Jakarta,
Kepala
Sekolah Guru
Mata Pelajaran