PENGERTIAN PENALARAN, DEDUKTIF, dan INDUKTIF

PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi- preposisi sejenis, berdasarkan jumlah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.

  1. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik simpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum.

          contoh:
             Masyarakat Indonesia konsumtif dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan dan
          kegiatan imitasi dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai               prestasi sosial dan penanda status sosial.
         
          a. Silogisme
              silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduikti. Silogisme disusun dari                 dua proposisi dan sebuah konklusi. Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian tiga               buah pendapat, yang terdiri dari dua pendapat dan satu kesimpulan.
ciri-ciri paragraf deduktif:
- letak kalimat utama di awal paragraf.
- diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian khusus.
- diahiri dengan penjelasan

       2. Penalaran induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-                            permasalahan khusus.
           Macam-macam penalaran induktif
           - Generalisasi
           - Analogi\
           - Sebab akibat

SIMULASI UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMK 2016 di LENGKAP KUNCI JAWABAN

SIMULASI Paket 1
ujian nasional smk/mak
Tahun Pelajaran 2015/2016

Cermatilah kutipan teks anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2.

Pada saat dosen memberikan kuliah Hukum Perdata, bertanyalah ia kepada Andi.
(1)  Dosen    : Saudara Andi, coba ceritakan secara ringkas kondisi hukum di Negara kita.
(2)  Andi           : Bagaikan sarang laba-laba, Pak.
(3)  Dosen        : Maksudnya?
(4)  Andi           : Kalau kelasnyamuk akan tertangkap, Pak. Namun kalau kelas kumbang, wah sarang laba-labanya jebol, Pak.
(5)  Dosen       : Lalu, kalau kelas elang, bagaimana?
(6)  Andi          : Anak ayam bisa habis semua, Pak.

1.    Inti teks anekdot tersebut adalah….
A.    Penegak hukum di Indonesia seperti sarang laba-laba.
B.    Kondisi hukum di Indonesia tidak memihak kepada rakyat jelata.
C.   Penegak hukum di Indonesia tidak berlaku bagi pejabat.
D.   Pertanyaan dosen tentang kondisi hukum di Indonesia.
E.    Seorang yang sedang memberikan kuliah Hukum Perdata.
2.    Urutan peristiwa pada teks anekdot tersebut ditandai dengan konjungsi yang terdapat pada percakapan nomor….
A.    (1)                    D. (4)      
B.    (2)                    E. (5)
C.   (3)       
3.    Cermatilah kalimat-kalimat berikut.
(1)  Burung elang diibaratkan orang yang berkuasa.
(2)  Hukum di Indonesia seperti sarang laba-laba.
(3)  Nyamuk melambangkan masyarakat kecil.
(4)  Penjahat kelas kakap diumpamakan kumbang.
(5)  Rakyat kecil atau jelata selalu kalah dengan pejabat.
Kalimat sindiran yang terkandung dalam teks anekdot tersebut ditunjukkan oleh nomor….
A.    (1)                    D. (4)
B.    (2)                    E. (5)
C.   (3)
4.    Cermati kutipan teks anekdot berikut.
      Pada suatu malam di jalan sepi, seorang kakek tunawisma yang sangat miskin dan berbaju compang-camping hendak menyeberang jalan. Barfu satu langkah dia berjalan. tiba-tiba sebuah mobil mewah melintas tepat di hadapannya. Kakek itu langsung berteriak sangat keras kemudian menangis sesenggukan. Sontak mobil itu pun berhenti dan si pengemudi berjas hitam keluar lalu menghampiri kakek tadi.
    Ia bertanya kepada si kakek, “Apakah saya baru saja menabrak Anda, kakek?”
   Si kakek dengan ramahnya menjawab, “Tidak, Nak tampan.”
   Lalu si pengendara mmobil bertanya kembali, “Atau kakek kelaparan dan mencoba memanggil bantuan dengan menjerit dan menangis?”
   Si kakek menjawab, Tidak juga, Nak baik.”
   Si pengemudi semakin bingung, “Lalu apa yang membuat kakek menjerit dan menangis?”
   Sambil berbalik badan hendak pergi meninggalkan pengemudi itu, si kakek menjawab, “Saat kamu melintas tadi, ban mobilmu melindas kakiku maka aku menjerit!”

                                                       (sumber: mikirbae.com dengan pengubahan)
Interprestasi teks tersebut adalah….
A.    Pemuda yang kebingungan atas jeritan si kakek.
B.    Kakek yang mengharap belas kasihan si pemuda.
C.   Kakek yang tidak hati-hati saat menyebrang jalan.
D.   Kakek yang menjerit karena ban mobil si pemuda tersebut melindas kakinya.
E.    Si pemuda yang kurang hati-hati mengemudikan kendaraan.
5.    Cermatilah kalimat-kalimat berikut.
(1)  Oleh sebab itu, kita memerlukan perencanaan yang cermat dan strategis.
(2)  Hal ini pernah membuat Indonesia disebut sebagai Negara swasembada pangan.
(3)  Tanah Indonesia subur. Oleh karena itu, memungkinkan bagi tumbuhnya beraneka ragam jenis tanaman.
(4)  Pembangunan pertanian merupakan sector penting bagi Indonesia
(5)  Dengan demikian, Indonesia akan tetap mampu berswasembada pangan.
Kalimat-kalimat tersebut dapat disusun menjadi teks eksposisi yang benar dengan urutan…
A.    (2), (1), (4), (5), (3)
B.    (2), (1), (5), (3), (4)
C.   (3), (2), (4), (1), (5)
D.   (3), (4), (1), (2), (5)

E.    (4), (5), (2), (1), (3)

Yang membutuhkan silahkan agan DOWNLOAD di SINI

Bahan Pengajaran Power Poin Bahasa Indonesia

Untuk memudahkan Bapak/Ibu guru mentrasfer materi pelajaran bahasa Indonesia kepada peserta didik. Di sini saya ingin berbagi materi powerpoin bahasa Indonesia yang disesuai dengan standar kompetensi bahasa Indonesia untuk SMK/MAK. Semoga materi power poin bahasa Indonesia SMK/MAK ini dapat membantu mempermudah kegiatan belajar mengajar.
Materi Power Poin dapat di DOWNLOAD / KLIK LINK dibawah ini:

1. KD 1 Lafal, Intonasi, dan Jeda DOWNLOAD di SINI
2. KD 2 Menyimak Informasi DOWNLOAD di SINI
3. KD 3 Teknik Membaca Cepat DOWNLOAD di SINI
4. KD 4 Membaca Grafik dan Tabel DOWNLOAD di SINI
5. KD 5 Pelafalan Kata Baku DOWNLOAD di SINI
6. KD 6 Gaya Bahasa/Majas DOWNLOAD di SINI
7. KD 7 Kalimat Komunikatif DOWNLOAD di SINI
8. KD 8 Kalimat Efektif DOWNLOAD di SINI
9. KD 9 Kelas Kata DOWNLOAD di SINI
10. KD 10 Makna Leksikal DOWNLOAD di SINI

Semoga bermanfaat dan sukses selalu buat Bapak/ Ibu.

Mengenal Unsur Intrinsik Prosa Fiksi

Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita bebas, yang tidak terikat rima dan irama. Berdasarkan bentuknya prosa terdiri atas novel, cerpen, dan dongeng.
Struktur novel atau cerpen dibentuk oleh unsur-unsur intrinsik yaitu tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat.
1. Tema merupakan inti atau pokok yang menjadi dasar pengembangan cerita. Tema mempunyai              posisi atau kedudukan yang penting dalam sebuah cerita. Untuk memahami tema sebuah cerita            kita harus membaca cerita itu secara cermat-cermatnya.
2. Alur atau Plot
    Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Pola               pengembangan suatu cerpen atau novel tidak seragam.
    Secara umum, jalan cerita terbagi dalam bagian-bagian berikut:
    a. pengenalan cerita
    b. timbulnya konflik
    c. konflik memuncak
    d. klimaks
    e. pemecahan masalah atau penyelesaian

Latihan Ujian Nasional SMP


Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP



Meskipun hanya meraih satu emas dalam Olimpiade
Fisika Intemasional XXXV di Pohang, Korea Selatan,
14-22 Juli 2004, Indonesia tidak perlu berkecil hati. Emas persembahan Yudistira Virgus itu 
menempatkan Indonesia  sebagai  salah  satu  negara  yang  disegani dalam perkembangan ilmu Fisika.
Gagasan besar pokok paragraf tersebut adalah … A.   mahalnya harga sekeping medali emas
B.   Indonesia   disegani   dalam   perkembangan   ilmu
Fisika
C.   keberhasilan  Indonesia  dalam  Olimpiade  Fisika
Intemasional
D.   Yudistira Virgus mempersembahkan satu medali emas

Pada era global, sumber daya manusia (SDM) handal merupakan kebutuhan yang mendasar. 
Usaha untuk mendapatkan SDM handal dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya 
melalui penataran, pelatihan, kursus, lokakarya, seminar, atau kegiatan sejenis. Cara yang 
paling efektif untuk menghasilkan SDM handal adalah melalui jalur pendidikan. Denga
mengikuti pendidikan tertentu, seseorang dapat belajar ber- dasarkan kurikulum yang 
terprogram dan hari efektif yang pasti.
Simpulan tersirat dari paragraf tersebut adalah....
A.   Pada era global, setiap negara membutuhkan SDM
yang handal sebagai kebutuhan mendasar.
B.  Jalur pendidikan dianggap lebih efektif untuk menghasilkan SDM handal.
C.   SDM   yang   handal   dapat   diupayakan   melalui berbagai  cara  antara  lain  cara  
       pendidikan  dapelatihan.
D.   SDM  yanhandakmenjadi  kebutuhan  mendasar bagi setiap negara baik negara 
        maju maupun berkembang.